Kamis, 07 Mei 2015

PENERJEMAHAN BERBATUAN KOMPUTER. SOURCE TEXT AND COMPLETE TEXT TARGET

SOURCE TEXT
1.      Definisi Penerjemahan
Seperti halnya ilmu-ilmu lain, di dalam bidang penerjemahan ditemukan banyak definisi. Berbagai definisi tersebut mencerminkan pandangan ahli yang membuat definsi tentang hakikat terjemahan dan proses penerjemahan.
Definisi pertama berasal dari Catford. Ia menulis:
(Translation is) the replacement of textual material in one language by equivalent textual material in another language (Catford, 1965:20).
Mungkin Anda sedikit bertanya-tanya karena di dalam definisi tersebut tidak ditemukan konsep tentang makna. Sementara, secara garis besar terjemahan tidak bisa dipisahkan dari persoalan makna atau gagasan.
Ungkapan tentang hakikat penerjemahan yang menyentuh konsep makna diungkapkan oleh Savory (1968):
Translation is made possible by an equivalent of thought that lies behind its different verbal expressions.
Savory tidak lebih jauh lagi menyebut hal-hal yang operasional atau terkait dengan proses.
Proses penerjemahan disajikan secara lebih jelas oleh Nida dan Taber (1969). Mereka menyatakan:
Translating consists of reproducing in the receptor language the closest natural equivalent of the source language message, first in terms of meaning and secondly in terms of style.
Dalam bukunya Translation: Applications and Research, Brislin (1976) memberi batasan yang luas pada istilah penerjemahan. Bagi dia penerjemahan adalah pengalihan buah pikiran atau gagasan dari satu bahasa ke dalam bahasa lain. Kedua bahasa ini bisa serumpun, seperti bahasa Sunda dan Jawa, bisa dari lain rumpun, seperti bahasa Inggris dan Indonesia, atau bahkan bahasa yang sama tetapi dipakai pada kurun waktu yang berbeda, misalnya bahasa Jawa zaman Majapahit dan bahasa Jawa masa sekarang. Hanya saying dalam definisi ini tidak tersirat proses penerjamahan dan kriteria terjemahan yang baik.

COMPLETE TEXT TARGET

1. Definition of translation
            As other sciences, in translation found many definitions. Various definitions reflect the views of experts who make the definition of the nature of translation and translation process. The first definition from Catford, he wrote:
Penrjemahan adalah peubahan teks dalam satu bahasa yang setara dengan bahasa yang lain (Catford, 1965:20).
Maybe you are a little bit asking because in that definition did not find concept about meaning. While,as an outline of translation cannot be separated of the matter the meaning or idea.
The phrase about the nature of translation that touches the concept of meaning expressed by Savory (1968):
Terjemahan dimungkinkan oleh setara pemikiran yang ada di balik ekspresi verbalnya yang berbeda.
Savory does not describe further about the operational matters or related processes.
The process of translation is presented more clearly by Nida and Taber (1969). They stated:
Penerjemahan terdiri dari mereproduksi dalam bahasa penerima yang alami  dari pesan bahasa sumber, pertama dalam hal makna dan kedua dalam hal gaya.
In Applications and Research, Brislin (1976) provides limits on the broad terms of translation.
For her, translation is the transfer of thoughts or ideas from one language into another language.
Both of this language can language family, such as Sundanese and Javanese, it can from other language family, like English and Bahasa or language that same but used at different time. For example, Javanese on Majapahit era and Javanese present. Only in this definition not implied translation process and criteria for a good translation.






NAME            : PANCA RAHMAWATI A.
CLASS: 4SA05
PENERJEMAHAN BERBANTUAN KOMPUTER


























       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;